Cara pandang masyarakat modern terhadap perawatan wajah kini mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Selama bertahun-tahun, standar kecantikan sering kali berfokus pada hasil instan di permukaan, seperti menyamarkan noda atau menutupi tanda-tanda penuaan. Namun, dalam gelaran ARUNA International Summit 2026 yang berlangsung di Raffles Hotel Jakarta pada Jumat (4/9), terungkap bahwa tren estetika global kini mulai beralih ke konsep skin longevity . Fenomena baru ini menekankan pentingnya menjaga kualitas serta kesehatan jaringan kulit agar tetap bugar dalam jangka panjang, ketimbang sekadar menyembunyikan usia.
Konsep skin longevity membawa pemahaman bahwa kulit yang indah sejatinya berawal dari unit terkecil tubuh, yaitu sel. Anggota Celluma Indonesia Advisory Board, dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, menjelaskan bahwa istilah glowing perlu dimaknai ulang secara lebih rasional. Tampilan kulit yang bercahaya bukanlah kilau buatan di lapisan luar, melainkan cerminan dari sel-sel kulit yang sehat, berenergi, dan berfungsi optimal. Pergeseran pola pikir ini mengajak publik untuk mulai merawat kesehatan kulit dari dalam, bukan lagi sekadar mengejar perbaikan visual yang bersifat sementara.

Gaya hidup berbasis longevity ini sebenarnya telah lama diadopsi oleh berbagai tokoh dan pesohor dunia dalam menjaga kebugaran tubuh mereka. Banyak dari mereka yang rutin memanfaatkan light therapy atau terapi cahaya sebagai kebiasaan harian (daily habit) untuk mempertahankan masa muda sel tubuh. Sinar berenergi rendah dalam terapi fotobiomodulasi terbukti mampu menstimulasi sel-sel kulit tanpa menimbulkan kerusakan jaringan. Pendekatan yang lembut namun mendalam inilah yang menjadikan terapi cahaya sebagai pilihan favorit dalam merawat kulit secara berkelanjutan.
Untuk mendukung tren perawatan mandiri yang aman dan berbasis bukti ilmiah, PT Redo Marketing Indonesia resmi menghadirkan perangkat Celluma Nova dalam ajang ARUNA International Summit 2026 tersebut. Inovasi teknologi yang mengantongi izin US FDA Clearance ini dirancang dalam bentuk panel yang ringkas, fleksibel, serta bertenaga baterai. Kehadiran perangkat portabel ini memungkinkan setiap orang mendapatkan manfaat terapi cahaya medis berstandar rumah sakit secara mandiri di rumah, sehingga perawatan seluler dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas harian keluarga.

Penerapan teknologi terapi cahaya berstandar medis ini diharapkan dapat memberikan standar perawatan baru yang lebih aman, rasional, dan relevan bagi karakteristik kulit masyarakat Indonesia. National Sales Manager PT Redo Marketing Indonesia, Vanda Wulandari, menyampaikan optimismenya bahwa teknologi fotobiomodulasi kelak akan diadopsi secara luas layaknya perangkat elektronik rumah tangga lainnya. Melalui pendekatan yang tepat, perawatan light therapy di rumah tidak lagi menjadi sesuatu yang asing, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat harian.
Pada akhirnya, investasi terbaik untuk penampilan adalah dengan merawat kesehatan jaringan kulit sejak dini. Peluncuran di Raffles Hotel Jakarta pada Jumat (4/9) tersebut menegaskan pentingnya peralihan fokus dari sekadar estetika luar menuju perawatan tingkat seluler. Dengan memadukan pemahaman medis yang tepat serta pemanfaatan teknologi yang aman, impian untuk memiliki kulit yang tetap sehat, segar, dan berenergi di setiap tingkatan usia kini dapat diwujudkan secara lebih mudah dari rumah.
Foto-foto @ade_oyot





