Industri estetika tanah air kini sedang berada di puncak popularitasnya. Berbagai klaim perawatan kulit dan peluncuran produk kecantikan terus membanjiri jagat maya, menjanjikan hasil instan yang sering kali berorientasi pada strategi pemasaran semata. Namun, di tengah maraknya tren yang terkadang mengabaikan faktor keamanan, PT Redo Marketing Indonesia mengambil langkah tidak biasa. Distributor utama perangkat terapi cahaya medis Celluma ini secara resmi meluncurkan Celluma Indonesia Advisory Board (CICAB) pada helatan Aruna International Summit 2026 di Raffles Hotel Jakarta, pada Jumat (4/9). Langkah berani ini sengaja diambil demi menyerahkan kendali penuh edukasi serta pengawasan medis kepada para pakar independen.
Pembentukan dewan penasihat independen ini menjadi angin segar sekaligus pembeda mendasar di industri kecantikan Indonesia. Dewan ini diperkuat oleh tiga dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.D.V.E) senior, yakni dr. M. Akbar Wedyadhana, dr. Ruri Diah Pamela, dan dr. Feilicia Henrica. Melalui wadah ini, para dokter tidak hanya berperan menyusun protokol pelatihan klinis, tetapi juga memegang kendali atas cara teknologi dikomunikasikan kepada publik. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap informasi yang sampai ke masyarakat tetap berpijak pada fakta ilmiah dan keselamatan pasien, bukan sekadar iming-iming komersial.

Transparansi dan standar medis yang ketat menjadi fondasi utama dari pembentukan wadah akademis ini. Direktur Medis Senopati Skin Center sekaligus anggota dewan, dr. M. Akbar Wedyadhana, menegaskan pentingnya integritas medis di tengah maraknya promosi kecantikan yang berlebihan. Menurutnya, sebagai dokter, tanggung jawab utama adalah memberikan rekomendasi tindakan berbasis bukti ilmiah. Dewan penasihat ini memiliki otoritas penuh untuk menolak jika ada protokol atau strategi pemasaran yang terindikasi overclaim. Tata kelola berbasis etika seperti ini masih tergolong langka di industri estetika, namun sangat krusial demi melindungi masyarakat.
Komitmen untuk mengedukasi pasar secara rasional ini sejalan dengan peluncuran dua inovasi terapi cahaya (photobiomodulation) terbaru dari BioPhotas, Inc. (USA), yaitu Celluma Elite Series 2 dan Celluma Nova. Kedua perangkat ini dirancang untuk bekerja hingga ke tingkat seluler guna mengatasi masalah jerawat, penuaan dini, perontokan rambut, hingga manajemen nyeri. Vanda Wulandari, National Sales Manager PT Redo Marketing Indonesia, mengungkapkan bahwa membawa teknologi asal Amerika Serikat yang berbasis riset biostimulasi NASA ini bukan semata-mata mengejar peluang bisnis, melainkan sebuah amanah.

Ia menekankan pentingnya menjaga teknologi medis canggih agar tetap berada di tangan ahli yang memahami ilmu di baliknya.
Di sisi lain, kehadiran teknologi terapi cahaya berstandar US FDA Clearance dan Medical CE Mark ini diharapkan mampu menggeser tolok ukur kecantikan masyarakat secara luas. Praktisi klinis Dr. Feilicia Henrica menambahkan bahwa sains kini membawa pemahaman kulit sehat jauh lebih dalam, yakni fokus pada apa yang terjadi di dalam sel. Melalui integrasi antara sains dan praktik klinis, terapi fotobiomodulasi diubah dari sekadar tren musiman menjadi perawatan medis yang dapat dipertanggungjawabkan mekanismenya. Langkah ini mengedukasi publik agar tidak lagi mengejar kilau kecantikan luar secara instan, melainkan fokus pada kesehatan jaringan kulit jangka panjang.
Kehadiran perangkat profesional untuk klinik serta varian portabel untuk perawatan mandiri di rumah menjadi tanda dimulainya era baru estetika yang lebih rasional di tanah air. Kolaborasi antara distributor tepercaya dan dewan dokter spesialis ini membuktikan bahwa estetika dan ilmu kedokteran dapat berjalan seiringan tanpa menumbalkan etika. Pada akhirnya, inovasi yang dipadukan dengan pengawasan ketat dari para pakar akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun yang ingin merawat kesehatan kulit mereka secara optimal.
Foto-foto @ade_oyot





