Masalah kerontokan rambut kerap dianggap sepele dan hanya diatasi dengan berfokus pada batang rambut, seperti mengganti teknik keramas atau cara menyisir. Padahal, fakta medis menunjukkan bahwa kunci utama penanganan rambut rontok terletak pada bagian yang selama ini sering terabaikan: kulit kepala.
Memanfaatkan momentum Hair Loss Awareness Month pada bulan Agustus, terobosan berbasis teknologi dan dermatologi diperkenalkan dalam ajang Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta pada 14 Agustus 2026.
Dove Hairfall Control bersama PERDOSKI Cabang Jakarta resmi meluncurkan platform “Dove Scalp + Hair AI Analysis”, sebuah inovasi skrining awal berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membantu masyarakat memahami kondisi kesehatan kulit kepala secara terpersonalisasi.
Fakta Medis: 80% Masalah Rambut Rontok Berasal dari Kulit Kepala
Dalam sesi ilmiah bertajuk “Advancing Hair Loss and Scalp Health Screening”, dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV, memaparkan pentingnya deteksi dini dan pemahaman mendalam mengenai ekosistem kulit kepala.
“Banyak masyarakat menganggap rambut rontok semata-mata disebabkan oleh batang rambut yang rapuh. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa 80% rambut rontok berasal dari kulit kepala,” terang dr. Sofiah Lontoh.
Sebagai satu-satunya jaringan hidup dari struktur rambut, kulit kepala yang tidak terawat atau kurang nutrisi akan secara langsung memicu kerusakan pertumbuhan rambut.
Mengingat karakteristik kulit kepala setiap individu berbeda, mulai dari cenderung berminyak, kering, sensitif, hingga rentan berketombe, metode penangannya pun tidak dapat disamaratakan.

Cara Kerja Platform Skrining Berbasis AI
Platform Dove Scalp + Hair AI Analysis dirancang dan divalidasi langsung oleh dermatolog sebagai alat self-assessment mandiri. Langkah ini bertujuan mempermudah masyarakat mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat sebelum kondisi kerontokan bertambah berat.
Prosedur asesmen digital ini dapat diakses publik secara mandiri melalui beberapa langkah:
- Unggah Foto: Pengguna mengunggah foto close-up kondisi kulit kepala sesuai panduan sistem.
- Kuesioner Terarah: Pengguna menjawab serangkaian pertanyaan mengenai riwayat kerontokan, rutinitas harian, serta pemicu iritasi.
- Hasil Laporan Instan: Sistem menganalisis data dan memberikan laporan komprehensif mengenai kondisi kulit kepala, tipe kerontokan, hingga rekomendasi bahan aktif yang dibutuhkan.
Pendekatan Formulasi Terpersonalisasi (From Scalp to Strands)

Pengembangan riset kesehatan kulit kepala juga berdampak pada arah formulasi produk perawatan modern. Matthew Seal, M.Sc., Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa pendekatan ilmiah mutakhir berfokus pada konsep pemulihan dari akar hingga ujung rambut (From Scalp to Strands).
Dalam pengujian dermatologi di PIT XXI PERDOSKI 2026, sebanyak 85% ahli dermatologi yang hadir menyetujui efektivitas penggunaan kompleks teknologi Dynazinc™ dan Ceramide dalam membantu mengatasi kerontokan langsung dari sumbernya.
Beberapa bahan aktif yang kini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik kulit kepala antara lain:
- Biotin: Untuk merawat kulit kepala cenderung normal hingga kering.
- Micellar: Untuk membersihkan dan menyeimbangkan kulit kepala berminyak.
- Niacinamide: Untuk meredakan iritasi pada kulit kepala rentan berketombe.
- Hyaluron: Memberikan hidrasi ekstra bagi pemilik kulit kepala sensitif.
Sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi kesehatan kulit kepala, sosialisasi pemanfaatan platform berbasis AI ini juga akan dirangkul melalui jaringan ritel seperti Watsons. Langkah ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat umum agar lebih responsif terhadap kesehatan kulit kepala sejak dini melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based care).





