Rambut yang tebal dan sehat tidak hanya menjadi penunjang rasa percaya diri bagi wanita, tetapi juga pilar penting estetika dan simbol vitalitas bagi pria. Sayangnya, masalah kerontokan hingga kebotakan (alopecia) sering kali menghampiri, terutama pada pria yang memasuki usia 40 tahun ke atas.
Isu kebotakan dan inovasi terapi medis terkini turut dikupas tuntas dalam rangkaian perhelatan Bakti Indonesia ke-4 yang digelar di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, pada Sabtu (8/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari dorongan penguatan layanan wellness dan estetika medis di Kota Semarang.
Mengenal Berbagai Jenis dan Pola Kebotakan
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, Dr. dr. Holy Ametati, Sp.DVE, menjelaskan bahwa kebotakan bukan lagi takdir yang harus diterima begitu saja. Dengan kemajuan teknologi medis, masalah kerontokan rambut kini dapat diatasi tanpa perlu tindakan bedah.
Dr. Holy memaparkan bahwa pola kebotakan memiliki karakteristik yang berbeda:
- Alopecia Pola Pria: Diawali dari garis rambut bagian depan yang membentuk pola garis “M” (M-shaped hairline). Jika dibiarkan, kerontokan berlanjut ke area tengah kepala.
- Alopecia Pola Wanita: Bermula dari penipisan pada garis belahan rambut di tengah yang meluas ke samping.
- Alopecia Traksi & Areata: Kebotakan akibat tarikan rambut yang terlalu kencang, atau kerontokan lokal akibat jaringan parut dan gangguan imun.
“Kalau sudah terbentuk pola garis M di dahi, itu menandakan sudah masuk stadium awal alopecia. Jika tidak ditangani, kerontokan akan terus berlanjut hingga area atas kepala botak sempurna,” ungkap Dr. Holy.

Inovasi Terapi PRP Tanpa Bedah
Guna menghentikan kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut baru, metode Platelet Rich Plasma (PRP) Therapy kini menjadi opsi medis regeneratif yang sangat diminati. Prosedur ini menggunakan plasma darah pasien sendiri (autolog) yang diperkaya dengan konsentrasi trombosit 3 hingga 5 kali lipat.
Plasma kaya faktor pertumbuhan (growth factors) ini disuntikkan langsung ke lapisan dermis kulit kepala dengan manfaat:
- Memperpanjang fase pertumbuhan rambut (anagen).
- Meningkatkan ketebalan dan diameter batang rambut.
- Memperbaiki sirkulasi darah serta mengurangi peradangan di sekitar folikel.
Karena memanfaatkan darah pasien sendiri, terapi PRP sangat aman dan bebas dari risiko alergi. Perubahan awal biasanya mulai terlihat dalam 1 hingga 2 bulan pertama, dengan hasil penebalan maksimal pada bulan ke-3 hingga ke-6. Namun, Dr. Holy menegaskan bahwa terapi PRP membutuhkan kondisi akar rambut yang masih hidup (viable), sehingga penanganan sejak dini menjadi kunci utama.
Foto Tim Muara Bagdja





