Fenomena olahraga seperti running, padel, tennis, gym, hingga HYROX kini telah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat urban. Namun, meningkatnya aktivitas fisik kerap membawa masalah baru bagi kesehatan rambut: kulit kepala terasa lebih cepat lepek, gatal, hingga ketombe yang mendadak kambuh.


Banyak yang beranggapan bahwa keringat usai berolahraga adalah penyebab utama ketombe. Namun, benarkah demikian?

Keringat Bukan Penyebab Langsung Ketombe


Menurut dr. Ardhiah Iswanda Putri, Sp.D.V.E., M.Ked.Klin, Dermatologist sekaligus Dermascalp Expert Trichologist Board, keringat sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu dan bukan penyebab langsung ketombe.


Masalah timbul ketika keringat usai workout bercampur dengan sebum atau minyak alami, debu, polusi, serta residu produk styling. Pada pemilik kulit kepala yang memang rentan berketombe, lingkungan kulit kepala yang basah dan lembap ini menjadi tempat ideal bagi berkembangnya jamur Malassezia, sehingga memicu gatal dan flakes. :Kulit kepala adalah lingkungan yang dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas, cuaca, keringat, polusi, dan produk yang digunakan,” jelas dr. Ardhiah.

Haruskah Langsung Keramas Setiap Selesai Olahraga?


Jawabannya: tidak selalu. Keputusan untuk keramas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada jenis olahraga yang dilakukan, melainkan pada kondisi nyata kulit kepala usai beraktivitas.


Untuk workout ringan dengan keringat minimal, jika kulit kepala masih terasa bersih dan nyaman, Anda tidak perlu langsung keramas. Namun untuk workout intensif dengan keringat deras dan paparan polusi, keramas sangat dianjurkan untuk mengangkat penumpukan atau buildup residu.


Bagi Anda yang berolahraga hampir setiap hari, kunci utamanya bukan mengejar frekuensi keramas sebanyak mungkin hingga kulit kepala terasa kesat, melainkan memilih shampoo dengan bahan aktif yang tepat.

Formula Pasca-Workout yang Tepat


Ketika ketombe terus kembali usai workout, perhatikan kandungan aktif pada shampoo Anda:
Pertama, Piroctone Olamine. Bahan aktif ini membantu mengontrol pertumbuhan jamur Malassezia dan produksi sebum berlebih.

Kedua, Biomimetic ScalpTech powered by Molecular Amino. Teknologi ini meniru Natural Moisturizing Factors atau NMF alami kulit kepala untuk menjaga hidrasi, mengurangi dry flakes, dan mendukung microbial barrier kulit kepala.
Kombinasi kedua bahan ini, seperti pada Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo, teruji klinis mengurangi ketombe hingga 92 persen dalam 14 hari serta meredakan gatal sejak pemakaian pertama.


Tips Post-Workout Scalp Recovery


Pertama, jangan biarkan kulit kepala lembap terlalu lama. Segera keringkan rambut usai olahraga dan hindari langsung mengenakan helm atau topi saat kulit kepala masih basah oleh keringat.


Kedua, gunakan teknik keramas yang benar. Busakan shampoo di tangan, aplikasikan ke kulit kepala, dan pijat lembut dengan gerakan melingkar menggunakan bantalan jari. Bilas hingga bersih dengan air dingin atau hangat suam kuku.

Share: