Panggung Jakarta Fashion Week 2027 menjadi saksi persembahan istimewa dari Saul Studio. Mengusung koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk “SHE”, gelaran mode ini memperlihatkan harmoni antara estetika busana dan narasi kehidupan. Koleksi ini hadir sebagai bentuk perayaan atas dinamika, kekuatan, serta perjalanan hidup yang dilalui setiap perempuan.
Saul Studio mengangkat kisah tentang realitas kehidupan yang dihadapi perempuan setiap harinya. Lewat rancangan terbarunya, jenama ini berfokus pada cerita perjuangan yang kerap tak terlihat di balik beragam peran yang mereka jalani. Setiap perempuan dipandang memiliki jalannya masing-masing dengan tantangan serta harapan yang berbeda.
Bagi Saul Studio, tidak peduli apa title atau status yang disandang, baik sebagai ibu, istri, pekerja, maupun pengusaha, setiap sosok memiliki cerita yang berharga. Dalam keseharian, perempuan sering kali dituntut untuk menjalankan banyak peran sekaligus. Di tengah kepungan ekspektasi tersebut, ruang untuk menghargai diri sendiri kerap kali terlupakan.
Debora Mettu, Founder Saul Studio, menegaskan bahwa koleksi “SHE” dirancang untuk merangkum seluruh spektrum pengalaman tersebut. Perjalanan hidup perempuan yang penuh warna menjadi fondasi utama dalam merancang setiap helai busana.

“Perempuan menyandang begitu banyak peran dalam hidupnya, mulai dari seorang istri, ibu, hingga berbagai tanggung jawab lainnya. Koleksi ‘SHE’ hadir untuk merangkum seluruh kisah dan dinamika perjalanan seorang wanita, yang meski tak selalu mudah, tetap terasa begitu bermakna,” kata Debora Mettu, Founder Saul Studio.
Melalui koleksi ini, Saul Studio tidak ingin mendefinisikan perempuan sebagai sosok yang harus selalu sempurna. “SHE” merayakan perempuan sebagai individu yang terus berproses, berani melangkah meski pernah merasa lelah atau ragu, serta terus belajar mengenali dirinya di tengah dinamika zaman.
Eksplorasi filosofis tersebut diterjemahkan secara visual melalui pemilihan warna dan siluet busana. Penggunaan warna ivory dan abu-abu menyimpan makna mendalam tentang penerimaan diri dan fleksibilitas dalam menghadapi alur kehidupan. “Putih tuh untuk koleksi kali ini menurut aku terlalu perfect. Sedangkan cewek tuh, kita enggak ada yang perfect kok, kita cuma mencoba untuk belajar menjadi fit in ke title kita,” ujar Debora menambahkan.
Secara desain, “SHE” mengekspresikan DNA Saul Studio yang khas melalui siluet asimetris, relaxed, feminin, dan arsitektural. Garis-garis asimetris merefleksikan kompleksitas hidup yang tak selalu lurus. Sementara itu, struktur arsitektural menghadirkan karakter yang tegas tanpa mengorbankan kenyamanan untuk bergerak.
Menariknya, koleksi ini juga mengusung nilai keberlanjutan (sustainability) dengan memanfaatkan serat daur ulang daun nanas yang dikombinasikan dengan bahan berkualitas. Kepraktisan juga menjadi perhatian utama, sehingga setiap potong busana dapat dipadupadankan untuk berbagai kesempatan, mulai dari momen santai hingga acara formal. “Itu juga yang pengen aku tekankan bahwa kita tuh cewek bisa segala loh sebenarnya, multitalented, tapi karena kita tuh berusaha fit in,” tutur Debora.
Pesan dan semangat “SHE” semakin lengkap dengan kehadiran empat muse Saul Studio, yakni Livia Lukman, Valen Amijo, Melaney Ricardo, dan Indi Barends. Mewakili keberagaman karakter dan latar belakang, mereka membuktikan bahwa femininitas tidak memiliki satu standar tunggal. Melalui “SHE”, Saul Studio mengajak setiap perempuan untuk bangga menemukan dan merayakan bentuk dirinya sendiri.
Foto-foto: JFW 2027





