POND’S Age Miracle kembali menyemarakkan panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 melalui pergelaran “POND’S Age Miracle Runway”. Mengusung pesan utama “Transform to Transcend”, brand perawatan kulit ini mengajak perempuan Indonesia untuk berinvestasi pada kesehatan kulit sejak dini sekaligus melampaui berbagai batasan yang sering dikaitkan dengan usia.
Perubahan pada kulit, seperti berkurangnya kandungan kolagen secara alami sejak usia 20-an, sering kali menjadi tantangan bagi rasa percaya diri perempuan. POND’S Age Miracle hadir untuk mematahkan stigma tersebut dengan menekankan pentingnya perawatan kulit yang konsisten agar perempuan dapat terus mengeksplorasi potensi terbaiknya tanpa ragu.
Shakina Dharma, Beauty & Wellbeing Marketing Demand Creation Skin Care Lead Unilever Indonesia, menyampaikan fokus dari partisipasi POND’S Age Miracle di panggung mode terbesar ini. “POND’S Age Miracle percaya bahwa mekalui pesan ‘Transform to Transcend’ di JFW 2027, kami mengajak perempuan melakukan transformasi yang nyata dan bermakna, salah satunya dengan konsisten berinvestasi pada cadangan kolagen kulit,” kata Shakina Dharma.
Guna mendukung komitmen tersebut, POND’S Age Miracle mengandalkan inovasi kandungan Hexyl-Retinol yang membantu menstimulasi produksi kolagen hingga 800%. Perawatan ini dirancang untuk menjaga kekencangan dan elastisitas kulit agar tetap terasa terangkat (lifted) serta kenyal dari waktu ke waktu. Semangat transformasi ini diwujudkan secara nyata melalui pencarian “Miracle Models 2026”. Dari lebih 500 pendaftar berusia 30 hingga 70 tahun yang membagikan kisah inspiratif mereka, terpilih tujuh finalis untuk melangkah di panggung runway JFW 2027.
Ketujuh sosok inspiratif tersebut adalah Sandra Gunawan (70 tahun), Yocta Pratrista (36 tahun), Loemongga (35 tahun), Sheila Kanti Perucha Tejena (30 tahun), Tanisa Rizki (44 tahun), Niken Paramita Kusuma Wardani (39 tahun), dan Yosi Twentiarani (35 tahun). Kehadiran mereka membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk bersinar dan terus berkarya.

Tak hanya para finalis, peragaan busana ini juga menghadirkan Jennifer Bachdim dan Patricia Gouw. Kehadiran sosok Jennifer Bachdim semakin memperkuat narasi bahwa bertambahnya usia adalah momen untuk menyambut peluang-peluang baru dengan penuh keyakinan.
“Menjelang usia 40 tahun, saya justru semakin excited untuk mengejar passion dan mencoba hal-hal baru. Pastinya excitement ini harus diiringi dengan konsistensi merawat diri, termasuk kulit wajah, sebagai bentuk investasi agar kita terus percaya diri menghadapi berbagai tantangan,” ujar Jennifer Bachdim menambahkan.
Untuk menerjemahkan pesan transformasi ini ke dalam estetika busana, “POND’S Age Miracle Runway” menggandeng label Hian Tjen for Josephine Anni. Kolaborasi ini menghadirkan koleksi eksklusif bertajuk “Memento” yang mengawinkan keahlian craftsmanship couture yang tinggi dengan kepraktisan busana ready-to-wear. Inspirasi keindahan bunga Calla Lily yang lembut ditransformasikan menjadi deretan busana bertumpuk dengan garis rancang yang tegas, dramatis, namun tetap feminin dan nyaman dipakai sehari-hari.

Visual panggung peragaan busana langsung mencuri perhatian melalui dominasi palet warna merah yang berani, mulai dari scarlet red, crimson, hingga sentuhan burgundy yang pekat. Pemilihan warna yang kontras ini menyimbolkan keberanian, ketangguhan, serta aura rasa percaya diri yang membara dari dalam diri perempuan.
Siluet asimetris dan teknik drapery halus menjadi highlight utama pada koleksi ini. Terlihat pada gaun-gaun one-shoulder dengan lekukan kain yang jatuh anggun mengelilingi tubuh, menyerupai kelopak bunga Calla Lily yang mekar dengan sempurna.
Tak hanya gaun malam, eksplorasi struktur juga hadir dalam wujud atasan terstruktur (structured tops) dengan aksen lengan bervolume (puff sleeves) yang dipadankan secara kontras bersama celana panjang komprang berpotongan lebar (wide-leg trousers). Kombinasi ini memberikan nuansa maskulin-feminin yang modern dan effortless.

Sentuhan detail couture tercermin kuat pada aksen lipatan (pleats), potongan luaran berstruktur (structured cape), hingga aksen rok dengan belahan tinggi (high slit) yang menyuguhkan kesan jenjang dan dinamis saat para model melangkah. Setiap potong busana dirancang dengan kepastian fit dan detail yang tak lekang oleh waktu (timeless).
“Kolaborasi ini kembali kami hadirkan lewat koleksi ‘Memento’ yang terinspirasi filosofi ‘Transform to Transcend’. Koleksi ini mengeksplorasi bagaimana keindahan bunga Calla Lily yang lembut dapat ditransformasikan menjadi siluet yang tegas dan penuh kekuatan,” tutur Hian Tjen dan Josephine Anni.
Perpaduan antara inovasi perawatan kulit dan karya mode berkarakter ini menegaskan satu tujuan bersama: memberdayakan perempuan Indonesia di setiap tahap usianya. POND’S Age Miracle berharap pesan ini terus menginspirasi banyak wanita untuk melangkah tanpa ragu dan merayakan transformasi diri mereka secara utuh.
“Melalui ‘POND’S Age Miracle Runway’, kami ingin menginspirasi perempuan Indonesia untuk melihat usia bukan sebagai batasan, melainkan kesempatan untuk terus bertumbuh,” tutup Shakina.
Foto-foto: dok Unilever





