Bangka Belitung tidak hanya menyimpan kekayaan mineral di kedalaman buminya, tetapi juga menyimpan rekam jejak sejarah, nilai kehidupan, dan warisan budaya yang diwariskan lintas generasi. Terinspirasi oleh lanskap tanah timah dan bentang alamnya yang memikat, label modest fashion KURSIENKARZAI mempersembahkan koleksi terbarunya yang bertajuk STAGNO. Mengusung tema “Tanah Timah – Pusaka Bumi Bangka”, koleksi ini hadir sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap kekayaan alam sekaligus tradisi luhur masyarakat setempat.
Karya yang memukau ini tampil memikat saat diperagakan dalam ajang IN2MOTION X JMFW yang berlangsung di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10), dan sukses menyita perhatian publik. Di atas panggung tersebut, peragaan busana ini menjadi wadah berharga untuk menunjukkan bagaimana warisan budaya daerah dapat bertransformasi menjadi karya mode kelas tinggi.
Dalam koleksi ini, timah tidak sekadar dimaknai sebagai komoditas tambang, melainkan disimbolkan sebagai cerminan keteguhan, martabat, dan perjalanan waktu yang panjang. Sebagaimana bumi menyimpan lapisan-lapisan cerita, setiap rancangan dalam STAGNO menghadirkan harmoni antara elemen alam, tradisi lokal, dan perspektif perempuan modern. Filosofi tersebut menjadi fondasi konseptual dalam menerjemahkan karakter Bangka Belitung ke dalam bahasa desain yang elegan, modern, dan berkelas.

Kain Cual khas Bangka Belitung menjadi elemen utama yang mengikat seluruh identitas visual koleksi STAGNO secara memukau. Keindahan motif, tekstur tenun, serta nilai budaya yang menyertainya dieksplorasi kembali melalui pendekatan busana modest kontemporer yang relevan. Sentuhan khas Melayu dihadirkan secara subtil, memadukan tekstur busana yang terinspirasi dari bentang alam serta lanskap Pulau Bangka yang eksotis.
KURSIENKARZAI memastikan kain Cual tidak sekadar tampil sebagai aksen estetis semata, melainkan sebagai narasi utama yang menghubungkan masa lalu dengan gaya hidup masa kini. “Melalui STAGNO, kami ingin menghadirkan perspektif bahwa kekayaan sebuah daerah tidak hanya terletak pada apa yang tersimpan di dalam buminya, tetapi juga pada budaya dan keterampilan yang hidup di tengah masyarakatnya,” ungkap pihak desainer mengenai esensi koleksi ini.

Eksplorasi visual STAGNO semakin diperkuat melalui pemilihan palet warna-warna yang bold namun tetap membumi dan elegan. Nuansa warna seperti maroon, lime green, emerald, navy, hingga cokelat hangat dipilih untuk merepresentasikan kekayaan mineral dan lanskap bumi Bangka secara harmonis. Rangkaian warna tegas ini memberikan kesan berwibawa sekaligus menonjolkan karisma bagi siapapun yang mengenakannya.
Koleksi ini menghadirkan beragam variasi busana mulai dari abaya, dress, hingga blouse yang dipadukan secara apik dengan outerwear berbahan tenun Cual. Lahirnya koleksi STAGNO juga terwujud berkat kolaborasi istimewa bersama Ibu Nana Murry melalui Mirranda Atelier, sebagai wujud komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kain tenun Cual agar terus hidup dan dikenal luas.
Melalui STAGNO, KURSIENKARZAI kembali membuktikan bahwa warisan Nusantara mampu melangkah melintasi zaman dan menemukan panggung baru yang membanggakan. Karya ini menjadi pengingat bahwa tradisi adalah pusaka hidup yang akan terus berkembang melalui kreativitas, penghargaan, dan interpretasi lintas generasi di kancah mode Indonesia.





