Pada sore hari yang cerah tanggal 5 Juni 2026, angin laut yang hangat menyambut kedatangan para pencinta mode global di pesisir California. Rumah mode mewah asal Italia, Zegna, memilih untuk keluar sejenak dari kalender Milan Fashion Week demi menggelar peragaan busana independen yang sangat dinantikan: Koleksi Summer 2027 Resort. Berlokasi di Malibu Pier, Los Angeles yang ikonik, acara ini menandai babak baru yang mempertemukan gaya hidup pesisir Amerika dengan tradisi luhur Eropa, menciptakan panggung runway terbuka di atas dermaga kayu legendaris yang menjorok langsung ke Samudra Pasifik.

Suasana senja itu terasa magis, memadukan sinematografi khas Hollywood lama dengan kehangatan musim panas Mediterania. Zegna berhasil membawa esensi “La Villeggiatura”, sebuah konsep liburan musim panas tradisional Italia dari era 1950-an hingga 1970-an yang bukan sekadar bepergian, melainkan memindahkan seluruh kenyamanan, obrolan intim, dan keanggunan rumah ke tempat baru. Deretan payung bergaris, ritual aperitivo, dan alunan musik yang mengalir santai di latar belakang membuat para tamu undangan, termasuk bintang dunia seperti Rami Malek, Mahershala Ali, dan Soo Joo Park, merasa seolah-olah sedang bertamu ke kediaman pribadi keluarga Zegna di tepi pantai.

Ketika para model mulai melangkah di atas dermaga, Direktur Artistik Alessandro Sartori memamerkan keahliannya dalam mendefinisikan ulang pakaian santai (leisure dressing) menjadi sesuatu yang sangat berkelas. Siluet yang ditampilkan berfokus pada potongan vertikal yang dégagé, longgar, mengalir, dan bergerak lembut mengikuti hembusan angin laut tanpa membatasi tubuh. Motif garis-garis tidak beraturan (irregular stripes) mendominasi koleksi ini, bertindak bak lembaran musik yang menyanyikan harmoni kemewahan yang bersahaja. Setelan jas bermotif garis yang dipadukan dengan kemeja senada menciptakan efek color-block yang modern namun tetap santai.

Eksperimen tekstil yang menjadi kekuatan utama Zegna terlihat sangat menonjol lewat pilihan materialnya yang tak terduga. Kemeja berpotongan boxy dan kasual tampak mewah berkat penggunaan bahan kulit nappa, nubuck, sutra, hingga kulit buaya yang sangat lembut. Salah satu sorotan utama jatuh pada jaket safari berikat pinggang (belted safari jacket) yang fleksibel, mantel duster ringan yang dipadukan dengan celana pendek berpotongan rapi, serta jaket rajut katun seersucker yang bertekstur. Sentuhan detail seperti kerah kemeja yang dapat dilepas-pasang dan sabuk tersembunyi pada blazer memberikan kebebasan bagi pemakainya untuk mengubah gaya sesuai dengan suasana hati.

Kemewahan tanpa beban ini disempurnakan oleh pilihan aksesori yang praktis namun elegan untuk menemani perjalanan jauh. Kaki para model melangkah santai dalam balutan sepatu sandal slippers dan mocassin loafers dari kulit paling lembut, dipadukan dengan tas jinjing berukuran besar (duffels and totes) berbahan nubuck. Tidak ketinggalan kacamata hitam berbingkai kotak, syal sutra rajut, dan foulard yang diikat kasual, mempertegas estetika pelesir ala jetset era 70-an yang abadi. Melalui koleksi ini, Sartori membuktikan bahwa pakaian mewah harus bergerak seirama dengan kehidupan modern yang dinamis dan fleksibel.

Keseruan malam itu tidak berhenti saat model terakhir meninggalkan runway. Melanjutkan spirit “tutti a casa mia” (semua orang ke tempatku), peragaan busana ini langsung diikuti dengan pembukaan Villa Zegna di Chateau Marmont, sebuah klub privat temporer khusus undangan yang berlangsung selama beberapa hari ke depan. Di sinilah komunitas Zegna berkumpul dalam ruang imersif yang dirancang layaknya album foto keluarga, lengkap dengan pelayan yang menyajikan koktail favorit keluarga pendiri. Di bawah langit Los Angeles, Zegna tidak sekadar memamerkan pakaian musim panas, melainkan berhasil memindahkan potongan jiwa, budaya, dan keramahtamahan Italia yang hangat ke jantung kota sinema dunia.

Share: