Batuk sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang cukup diatasi dengan air hangat atau permen pelega tenggorokan. Padahal, batuk yang tak kunjung sembuh bisa menjadi penanda awal dari masalah kesehatan organ pernapasan yang serius.
Pentingnya menjaga dan mewaspadai gejala gangguan paru-paru menjadi salah satu fokus utama dalam seminar edukasi kesehatan pada puncak perhelatan Bakti Indonesia ke-4. Kegiatan sosial tahunan ini berlangsung semarak di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, pada Sabtu (8/8).
Indonesia Peringkat Kedua Kasus TBC Dunia
Dalam pemaparannya, dr. Avissena D. Pratama, Sp.P dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Tengah, membeberkan fakta bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua di dunia untuk kasus Tuberkulosis (TBC). Angka ini menjadi pengingat bahwa penyakit saluran pernapasan masih menjadi ancaman nyata.

Dokter Avissena menjelaskan bahwa masalah paru terbagi menjadi dua kategori utama:
- Penyakit Infeksi: Meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di area atas, hingga infeksi saluran bawah seperti bronkitis, TBC, dan pneumonia.
- Penyakit Non-Infeksi: Meliputi asma, alergi, Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK), hingga kanker paru.
“Kebanyakan orang sering mengabaikan gejala awal. Batuk berminggu-minggu dianggap batuk biasa. Nanti kalau sudah keluar bercak darah, baru panik dan terburu-buru ke rumah sakit,” tutur dr. Avissena di sela acara Bakti Indonesia.
Bahaya Merokok dan Trik Deteksi Dini

Kebiasaan merokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, menjadi salah satu pemicu utama kerusakan paru. Asap rokok menyumbat cabang-cabang saluran napas kecil dan meningkatkan risiko seseorang tertular TBC hingga dua sampai tiga kali lipat, sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya sel kanker paru.
Untuk mendeteksi sinyal bahaya sejak dini, dr. Avissena membagikan trik sederhana:
- Periksa Area Leher: Batuk lama yang disertai munculnya benjolan di leher perlu diwaspadai sebagai indikasi TBC luar paru (ekstra paru).
- Waspada Bagi Perokok di Atas 40 Tahun: Jika benjolan di leher dialami oleh pria berusia di atas 40 tahun yang merokok aktif, hal itu bisa menjadi alarm awal kanker paru.
Paru-paru memiliki kapasitas organ yang sangat luas, sehingga tumor berukuran 1–2 cm sering tidak menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami batuk lebih dari dua minggu, rajin berolahraga, serta menghindari paparan asap rokok demi kualitas hidup yang lebih baik.
Foto Tim Muara Bagdja





