Amorette menjadi jawaban Makaffah Daily untuk menghadirkan pesona feminitas dengan sentuhan vintage ke dalam modest fashion. Koleksi terbaru ini diperkenalkan lewat sebuah trunk show eksklusif bertajuk “Amorette: A Timeless Ode to Vintage Femininity” yang digelar di Uncle D Space, Bandung, pada Sabtu, (23/8). Lebih dari sekadar peluncuran busana, acara ini menjadi perayaan gaya, keberlanjutan, dan silaturahmi yang mempertemukan pelanggan, komunitas, influencer, hingga media.

Sejak awal, Makaffah Daily memang punya misi lebih besar dari sekadar menghadirkan busana modest fashion. Sang CEO, Sukmawati Bachtiar, percaya bahwa setiap pilihan fashion bisa membawa dampak positif. Itulah mengapa brand ini konsisten mengusung konsep slow fashion, desain yang abadi, kualitas tahan lama, dan diproduksi oleh tangan-tangan terampil penjahit lokal. Bagi Sukma, setiap potongan busana adalah wujud cinta untuk perempuan sekaligus lingkungan.

Koleksi Amorette pun lahir dari semangat itu. Sebanyak 30 look ditampilkan, mulai dari dress, blouse, rok, celana panjang, hingga outer. Warna pastel seperti pink, hijau muda, biru muda, ungu muda, dan krem mendominasi, memberi nuansa lembut yang manis. Detail ruffles, pita, hingga lace semakin menegaskan kesan girly nan elegan, seolah membawa kita kembali ke romantisme mode vintage. Dipadukan dengan material nyaman seperti katun poplin, linen, ceruty, hingga corduroy, koleksi ini dirancang untuk perempuan muda yang aktif, modern, dan penuh percaya diri.

Namun, yang membuat Makaffah Daily berbeda bukan hanya pada desainnya. Di balik setiap helai busana, ada kisah pemberdayaan perempuan. Penjahit lokal, yang mayoritas adalah perempuan, menjadi ujung tombak proses produksi. Dengan begitu, setiap pembelian tidak hanya sekadar mendukung brand lokal, tetapi juga membantu menggerakkan roda ekonomi perempuan Indonesia.

Sore itu, Makaffah Daily juga membawa isu penting ke panggung: sustainable fashion. Bersama Teman Thrifty, mereka memperkenalkan Reworked by Sekain, sebuah inisiatif yang memanfaatkan sisa kain produksi maupun koleksi lama menjadi busana dan produk baru, termasuk tas. Hasilnya bukan hanya unik dan stylish, tetapi juga ramah lingkungan, membuktikan bahwa fashion bisa tetap indah sekaligus bertanggung jawab.

Talk show yang digelar dalam rangkaian acara pun menambah wawasan pengunjung. Gian Rizky Pratama, pendiri Teman Thrifty, membagikan data mengejutkan: limbah tekstil kini lebih banyak ditemukan di laut Indonesia dibandingkan sampah plastik. Fakta itu seolah menegaskan pentingnya gerakan yang diusung Makaffah Daily. Bahwa perubahan menuju sustainable fashion bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak.

Dengan Amorette, Makaffah Daily berhasil menggabungkan romantisme vintage dengan semangat keberlanjutan. Koleksi ini bukan hanya tentang tampil cantik, tetapi juga tentang mencintai bumi dan mendukung sesama perempuan. Sebuah langkah berani dari brand lokal Bandung yang terus membuktikan bahwa modest fashion bisa punya dampak besar, baik di ranah gaya maupun sosial.

Malam itu, bukan hanya busana yang bersinar, tapi juga pesan yang ingin disampaikan: fashion yang indah adalah fashion yang peduli. Amorette pun menjadi bukti bahwa ketika estetika berpadu dengan empati, hasilnya adalah karya yang abadi.

Foto-foto: Ist

Share: