Desainer modest fashion Ayu Dyah Andari kembali menegaskan eksistensinya di industri mode Tanah Air melalui persembahan bertajuk PUSPA, sebuah art installation dan private collection yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Le Nusa, Jakarta. Perhelatan ini menjadi penanda perjalanan 15 tahun Ayu Dyah Andari (ADA) berkarya di dunia fashion dengan ciri khas elegan, feminin, dan kaya detail.

Perjalanan ADA di dunia mode dimulai dua tahun setelah ia terjun ke industri fashion. Sejak memutuskan fokus pada busana modest, Ayu Dyah Andari konsisten membangun identitas desain yang dikenal mewah, anggun, dan penuh ketelitian. Meski desainnya terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman, karakter khasnya tetap terjaga dan berhasil memikat para pencinta modest fashion premium di Indonesia.

Konsistensi ADA dalam menghadirkan karya baru melalui berbagai pergelaran busana turut mengukuhkan posisinya sejajar dengan para desainer papan atas dan senior modest fashion Nusantara. Koleksi ADA sendiri dapat ditemukan di butik mereka di Pondok Indah Mall 2 dan Kota Kasablanka, Jakarta.

Dalam koleksi PUSPA, Ayu Dyah Andari menghadirkan inspirasi dari keragaman bunga Indonesia yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Rafflesia diterjemahkan melalui garis desain yang tegas dan berwibawa, Melati hadir dalam siluet lembut dan flowy, sementara Anggrek menggambarkan keanggunan dengan sentuhan aristokratik.

Keindahan bunga-bunga tersebut dituangkan melalui teknik bordir dan payet yang rumit, berpadu dengan detail mawar yang telah menjadi identitas khas rancangan ADA. Pada lini couture, detail bunga hadir di atas material lembut dengan warna-warna kaya seperti butter cream, dusty pink, teal blue, deep brown, maroon, hingga greyish blue. Sementara pada koleksi prêt-à-porter, aplikasi bunga diterapkan pada denim biru dan hitam untuk memberi kesan modern sekaligus wearable.

“Saya mendedikasikan PUSPA sebagai karya dengan embusan retrospektif dari perjalanan berkarya selama 15 tahun bagi seluruh wanita Indonesia, khususnya mereka yang bekerja keras dan berani melangkah penuh aspirasi,” ujar Ayu Dyah Andari.

Koleksi ini juga diperkaya sentuhan budaya Indonesia melalui siluet kebaya, kain panjang, beskap, hingga motif ukiran Jepara yang diolah dengan detail halus dan pengerjaan presisi oleh para pengrajin di rumah produksi ADA.

Tak hanya menghadirkan koleksi busana, perhelatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran seri tas terbaru ADA. Tas berbahan kulit sapi tersebut diproduksi oleh pengrajin lokal dengan kualitas premium yang diklaim mampu bersaing dengan produk luar negeri. Seri tas ini hadir dalam lima warna yang merepresentasikan karakter bunga dalam koleksi PUSPA, yakni marun, putih, hijau, coklat, dan hitam.

Cynthia Ganesha, istri Wakil Menteri Kebudayaan, dipercaya menjadi muse dalam proses penciptaan desain tas tersebut.

Sebanyak 27 koleksi ditampilkan dalam acara ini, terdiri dari 13 koleksi couture dan 14 koleksi ready-to-wear. Melalui PUSPA, Ayu Dyah Andari berharap perjalanan kreatifnya dapat menginspirasi masyarakat untuk tetap setia pada profesi dan identitas diri yang diwujudkan melalui karya maupun busana yang dikenakan.

Share: