Tiga Buku Pilihan Menteri Pendidikan Untuk Berkembang
Pernahkah kamu merasa terjebak di tempat yang sama dan bingung bagaimana caranya melangkah lebih jauh? Pertanyaan tentang bagaimana seseorang bisa terus bertumbuh di tengah kesibukan modern sering kali bermuara pada satu kebiasaan sederhana: membaca. Belum lama ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti membagikan daftar bacaan favoritnya di hadapan ribuan pendidik dalam acara Inspiring Educators 2026 yang diinisiasi oleh ParagonCorp.
Bukan sekadar daftar bacaan akademis yang membosankan, buku-buku yang ia pilih justru sangat relevan untuk siapa saja yang ingin melakukan level-up pada diri sendiri. Mu’ti meyakini bahwa pintu gerbang utama dari perubahan besar apa pun di dalam hidup selalu berawal dari bagaimana kita merawat pola pikir. Tanpa mentalitas yang tepat, ilmu sebanyak apa pun akan menguap begitu saja tanpa arti.
Buku pertama yang ia rekomendasikan adalah karya klasik modern berjudul Mindset tulisan Carol S. Dweck. Melalui buku ini, kita diingatkan tentang pentingnya memiliki growth mindset, sebuah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan bukanlah sesuatu yang statis. Dweck dan Mu’ti sepakat bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses belajar yang membentuk ketahanan mental.
Pilihan kedua jatuh pada buku karya Paul Arden yang memiliki judul sangat provokatif, yaitu It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want to Be. Kalimat ini seakan menjadi tamparan lembut bagi siapa saja yang sering merasa cepat puas dengan pencapaian saat ini. Mu’ti mengutipnya untuk mengingatkan bahwa kesuksesan sejati diukur bukan dari seberapa hebat posisi kita sekarang, melainkan seberapa besar mimpi yang berani kita gantungkan untuk masa depan.

Buku terakhir yang melengkapi daftar tersebut adalah Atomic Habits karya James Clear, sebuah panduan wajib bagi pencinta produktivitas. Buku ini mengajarkan bahwa perubahan masif dalam hidup tidak harus dimulai dengan gebrakan ekstrem yang melelahkan. Sebaliknya, perubahan besar justru lahir dari akumulasi kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap harinya.
Ketiga buku pilihan tersebut seolah merangkum formula esensial tentang bagaimana manusia modern harus bertahan dan berkembang. Mulai dari memperbaiki cara pandang terhadap diri sendiri, berani bermimpi lebih tinggi, hingga merapikan rutinitas harian melalui langkah-langkah mikro yang disiplin.
Menjadikan rekomendasi ini sebagai bagian dari daftar bacaan akhir pekan bisa menjadi investasi terbaik untuk kesehatan mental dan pengembangan karier kita. Sebab, investasi pada diri sendiri lewat lembaran-lembaran buku tidak akan pernah membawa kerugian.
Jadi, buku mana dulu yang akan kamu masukkan ke dalam tas untuk dibaca besok pagi? Ingatlah bahwa versi terbaik dari dirimu di masa depan dibentuk oleh apa yang kamu konsumsi hari ini.





