Momentum Hari Kartini tahun ini dimaknai berbeda oleh ParagonCorp lewat sebuah ruang refleksi yang hangat dan jujur di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta. Dalam diskusi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming”, lima perempuan Indonesia dari latar belakang yang sangat beragam berbagi cerita tentang perjalanan, keraguan, dan bagaimana kekuatan justru lahir dari titik-titik paling rapuh dalam hidup.
Nama-nama seperti Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa hadir bukan sekadar sebagai figur publik, tetapi sebagai perempuan yang juga pernah mempertanyakan dirinya sendiri. Dipandu oleh Marissa Anita, percakapan mengalir dari pengalaman personal hingga refleksi yang terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak perempuan.
Salah satu benang merah yang muncul adalah perasaan “belum cukup” yang sering diam-diam menghantui. Data yang disampaikan dr. Sari menunjukkan realitas ini cukup besar: mayoritas perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun hanya sebagian kecil yang merasa cukup percaya diri untuk melangkah. Alih-alih melihat keraguan sebagai hambatan, para pembicara justru memaknainya sebagai bagian dari proses bertumbuh.
Bagi Retno Marsudi, pertanyaan tentang apakah dirinya sudah cukup justru menjadi bahan bakar untuk terus maju. Sementara Susy Susanti mengingat kembali bagaimana ia menembus dunia yang didominasi laki-laki dengan satu prinsip sederhana: pantang menyerah. Nikita Willy berbagi tentang tekanan hidup di ruang publik yang penuh ekspektasi, dan bagaimana kejujuran pada diri sendiri menjadi jangkar di tengah penilaian orang lain. Nadia Habibie menambahkan perspektif tentang privilege sebagai tanggung jawab, bukan sekadar keuntungan.

Diskusi ini juga terinspirasi dari kisah B. J. Habibie dan Hasri Ainun Besari, yang menekankan pentingnya relasi dan dukungan dalam perjalanan hidup. Tidak ada perempuan yang benar-benar bertumbuh sendirian, selalu ada “lingkaran” yang menopang.
Namun kenyataannya, tidak semua perempuan memiliki akses ke ruang aman seperti itu. Dari sinilah ParagonCorp mengembangkan Women’s Space, sebuah inisiatif yang bukan hanya menjadi komunitas, tetapi juga ekosistem untuk membangun kepemimpinan perempuan. Sejak 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 anggota aktif yang terus berkembang bersama.
Memasuki fase baru, Women’s Space kini menghadirkan program mentorship yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan melalui empat pilar utama: Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives. Program ini melibatkan mentor dari berbagai bidang, membuka peluang bagi perempuan untuk tidak hanya belajar, tetapi juga mengambil peran sebagai pemimpin yang berdampak.
Di balik semua inisiatif ini, ada keyakinan sederhana namun kuat: ketika satu perempuan bertumbuh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia merambat ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya. Dan mungkin, di situlah makna kekuatan yang sesungguhnya, bukan tentang tidak pernah ragu, tetapi tentang terus melangkah meski keraguan itu ada.





