Menjaga kestabilan tekanan darah merupakan langkah krusial dalam memelihara kesehatan jantung serta mencegah bahaya hipertensi sejak dini. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih mendapatkan hasil pengukuran tensi tidak konsisten saat melakukan pemeriksaan mandiri di rumah maupun di fasilitas kesehatan. Ketidakakuratan ini mengemuka dalam sesi Seminar Kesehatan Bakti Indonesia 2026 yang berlangsung pada Jumat (7/8) di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang.

Dalam acara tersebut, dr. Like Rahayu Nindhita, Sp.PK dari Unit Pengelola Darah RSUP dr. Kariadi membagikan panduan teknis agar masyarakat mampu memperoleh hasil pemeriksaan tekanan darah yang benar-benar akurat.  Tahap persiapan awal memegang peranan sangat penting sebelum manset tensimeter dipasangkan pada lengan Anda.

Tubuh membutuhkan waktu untuk berada dalam kondisi tenang sempurna agar denyut nadi dan aliran darah kembali stabil. dr. Like menyarankan pasien untuk duduk rileks tanpa memikirkan beban pikiran selama minimal lima menit sebelum pengetesan dimulai.

foto ilustrasi @AI

Selain itu, pastikan kandung kemih dalam keadaan kosong karena menahan buang air kecil dapat memicu lonjakan tekanan darah sementara yang cukup signifikan pada layar monitor.  Berbagai aktivitas pemicu juga harus dihindari setidaknya 30 menit sebelum pengujian karena dapat merancukan angka hasil pemeriksaan. Aktivitas fisik atau olahraga berat, kebiasaan merokok, serta konsumsi minuman berkafein seperti kopi terbukti dapat meningkatkan tekanan darah secara mendadak.

Jika Anda baru saja selesai beraktivitas fisik, beristirahatlah lebih lama hingga kondisi pernapasan dan detak jantung kembali normal sebelum mengambil alat ukur.  Posisi tubuh yang tepat saat proses pengukuran berlangsung menjadi kunci utama validitas data medis Anda.

Duduklah bersandar dengan nyaman pada kursi dan letakkan kedua telapak kaki menapak rata di atas lantai tanpa menyilangkannya. dr. Like menekankan agar lengan baju digulung ke atas sehingga manset tensimeter menempel langsung pada kulit, bukan di atas kain pakaian.

Posisikan lengan Anda rileks di atas meja dengan ketinggian manset sejajar tepat dengan posisi organ jantung.  Untuk mendapatkan angka parameter yang paling andal (reliable), terapkan prosedur pengukuran berulang secara sistematis. “Lakukan pengukuran sebanyak tiga kali dengan jeda 1–2 menit, lalu ambil nilai rata-ratanya,” terang dr. Like.

Prosedur pengukuran berulang ini sangat direkomendasikan, terutama saat melakukan skrining awal, untuk meminimalkan kecemasan serta fluktuasi tekanan darah sesaat.  Pencatatan data tekanan darah secara berkala dan konsisten akan sangat membantu dalam deteksi dini hipertensi.

Dengan memahami teknik pengukuran yang benar, masyarakat dapat mengantisipasi risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Mulailah menerapkan kebiasaan cek tensi mandiri secara disiplin di rumah sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan jangka panjang keluarga Anda.

Foto Tim Muara Bagdja

Share: