Fashion tidak hanya sekadar tentang estetika di atas panggung peragaan, melainkan juga medium berekspresi untuk menggemakan pesan kemanusiaan dan keadilan sosial. Hal inilah yang mendasari jenama Zeta Privé saat meluncurkan koleksi modest terbarunya bertajuk Uma Rambu Collection. Mengangkat tajuk “Sebuah Koleksi untuk Perempuan Merdeka”, karya ini hadir sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap martabat, ketahanan, serta hak-hak perempuan Indonesia.
Karya yang sarat akan makna filosofis ini tampil begitu memikat saat diperagakan dalam ajang IN2MOTION X JMFW yang berlangsung di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10), dan berhasil menyita perhatian publik. Di atas panggung tersebut, peragaan busana ini menjadi wadah berharga untuk menyuarakan pesan pemberdayaan perempuan melalui keindahan warisan tekstil tradisional Nusantara.
Lahirnya koleksi ini dipicu oleh kepedulian mendalam terhadap maraknya isu kekerasan berbasis gender yang dialami perempuan. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan, angka kekerasan terhadap perempuan terus meningkat dan menjadi sinyal pengingat akan krusialnya menciptakan ruang yang aman. Melalui busana, Zeta Privé ingin menyuarakan dengan tegas pentingnya menghargai hak, memberikan perlindungan, dan mendukung kebebasan perempuan untuk hidup tanpa rasa takut.

Inspirasi utama koleksi ini berakar dari sosok perempuan Sumba, atau Rambu, yang memegang peranan sentral dalam menjaga kehidupan, melestarikan identitas budaya, serta menggerakkan roda ekonomi melalui seni menenun. Nama Uma Rambu sendiri menyimpan makna filosofis yang sangat kuat dan mendalam. Uma melambangkan rumah atau tempat perlindungan, sementara Rambu merujuk pada sosok perempuan dalam bahasa Sumba.
Penggabungan dua kata tersebut menyimbolkan tekad untuk menjadikan perempuan sebagai pribadi yang berhak mendapatkan rasa aman, penghormatan, serta kesempatan yang setara di masyarakat. “Melalui koleksi ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk hidup bebas dari kekerasan, dihargai martabatnya, serta memiliki ruang aman untuk tumbuh dan berdaya,” tegas pihak Zeta Privé mengenai pesan moral di balik rancangan mereka.

Secara visual, Uma Rambu Collection memadukan keindahan tenun Pahikung khas Sumba dengan garis gaya contemporary modest yang menjadi ciri khas Zeta Privé. Tenun Pahikung dihadirkan sebagai simbol ketekunan dan kekuatan warisan budaya yang dijaga oleh perempuan lintas generasi. Kain ini dibuat secara rumit menggunakan teknik hikung atau menyungkit, sebuah proses memasukkan benang hias satu per satu hingga membentuk corak timbul yang membutuhkan waktu pengerjaan dua hingga tiga bulan.
Karakter tenun Pahikung yang kaya akan tekstur kemudian dipadukan secara harmonis dengan detail bordir dan permainan layering antara inner serta outer. Penggunaan palet warna earth tone yang terinspirasi dari alam Sumba semakin memperkuat kesan membumi, hangat, sekaligus elegan pada setiap potongannya. Siluet yang diusung menghadirkan perpaduan potongan struktural dan gaya modest kontemporer yang tegas namun tetap nyaman dikenakan, merepresentasikan karakter perempuan modern yang mandiri.
Secara keseluruhan, rangkaian karya yang menampilkan 13 looks ini tidak hanya menyuguhkan keindahan tekstil tradisional Nusantara ke level yang lebih tinggi. Uma Rambu Collection berhasil membuktikan bahwa perpaduan antara kearifan lokal tenun Pahikung dan desain modern mampu menjadi narasi mode yang kuat, sebuah mode indah untuk keberanian, kesetaraan, dan kemerdekaan perempuan Indonesia.





