Gempuran aroma rempah yang merekah dan kepulan asap gurih dari ratusan panggangan langsung menyambut siapa saja yang melangkah ke La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading. Berlangsung selama 45 hari penuh mulai 14 Agustus hingga 27 September 2026, ajang tahunan JF3 Food Festival kembali menyapa para pencinta makan melalui tema besar “Lokarasa Nusantara”.
Festival yang menyulap area terbuka menjadi kampung kuliner berkonsep tradisional ini menghadirkan lebih dari 103 tenant dan 1.000 variasi menu dari Sabang sampai Merauke. Perjalanan rasa ini membawa pengunjung menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia tanpa perlu melangkahkan kaki keluar dari Jakarta.
Daya tarik utama festival tahun ini terletak pada keberanian menghadirkan beragam makanan daerah yang terbilang langka dan sulit ditemui di Jakarta, bersanding erat dengan deretan kudapan legendaris lintas generasi.
Salah satu stan yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah Klepon Gianyar Sejak 1980. Berbeda dari klepon Jawa pada umumnya, olahan khas Bali yang resepnya diwariskan selama dua generasi ini menawarkan ukuran yang lebih besar dan tekstur adonan yang jauh lebih lembut. Keharuman aroma pandan alaminya berpadu sempurna dengan gula merah manis yang lumer seketika saat digigit, membuat stan ini sanggup menjual hingga 300 kotak dalam sehari.

Keintiman rasa kuliner daerah semakin terasa tebal saat menjelajahi deretan sajian dari kawasan pesisir hingga pedalaman Nusantara. Dari Jawa Timur, hadir Sego Tempong Rakyat Banyuwangi yang mengandalkan sengatan sambal tempong segar, yaitu sambal dadak khas pedas menggigit yang disajikan bersama nasi hangat, ikan asin renyah, dan lauk sederhana lainnya.
Sementara bagi penggemar masakan kaya bumbu dari Pulau Sulawesi, Rarampa Manado menyajikan hidangan otentik berbalut daun pisang dengan karakter bumbu rica pedas aromatis yang sangat kuat. Tidak ketinggalan, Nasi Goreng Babat Semar Semarang memboyong kenikmatan nasi goreng babat bertekstur empuk dengan perpaduan rasa manis-gurih yang khas, menjadi penawar rindu bagi perantau asal Jawa Tengah.

Keragaman kuliner dalam festival ini semakin lengkap berkat kehadiran cita rasa Nusantara berakulturasi, seperti Bakmi Kepiting Akhiong Pontianak yang membawa kekhasan mie Tionghoa Kalimantan Utara dengan topping daging kepiting gurih melimpah.
Selain itu, ada juga Lumpia Semarang Gang 9, jajanan ikonik yang sudah berproduksi sejak 1983. Kulit renyah lumpia ini membungkus isian rebung segar yang diolah tanpa bau menyengat, dipadukan bersama adonan telur dan daging yang gurih-manis.
Bagi pencinta kudapan tradisional lokal, ikon kuliner Jakarta tetap berdiri kokoh lewat Kerak Telor Pak Ahmad yang dimasak secara tradisional di atas tungku arang hingga bagian bawahnya agak gosong gurih, serta Cakwe Gang Gloria Glodok yang terkenal dengan tekstur garing berongga di luar dan lembut di dalam.

Selain memanjakan lidah lewat jajanan kampung, festival ini memadukannya dengan sentuhan kuliner kelas dunia di area Wonderful Culinary Expo (WCE). Pengunjung dapat menemukan ragam olahan premium seperti chocolate artisan berpadu cita rasa rempah lokal dan gula aren, keju artisan hasil produksi lokal, hingga olahan meat shop seperti sosis artisan dan daging asap berkualitas tinggi. Semua kombinasi ini disajikan dalam atmosfer festival yang imersif, lengkap dengan suguhan musik dan atraksi seni tradisional.
Bagi Anda yang berniat mencicipi langsung ribuan rasa di La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading, festival ini beroperasi setiap hari sesuai jam buka mal tanpa dipungut biaya masuk. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang membuat lokasi sangat padat saat akhir pekan, datang pada hari kerja adalah keputusan bijak untuk menikmati setiap jajanan dengan lebih leluasa. Rentang harga makanan pun sangat ramah kantong, dimulai dari Rp15.000 untuk deretan camilan tradisional hingga Rp75.000 ke atas untuk porsi hidangan utama yang lengkap.





