Memasuki tahun kelima perjalanannya, PINTU Incubator semakin memperkokoh komitmennya dalam memperluas pengembangan talenta, kolaborasi internasional, hingga pertukaran budaya lintas negara. Lebih dari sekadar program inkubasi harian, inisiatif yang digagas oleh JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut français d’Indonésie (IFI) ini resmi memulai langkah baru dengan membentuk Yayasan PINTU Incubator Indonesia.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kesinambungan program, membangun struktur yang lebih kokoh, serta memperluas dampak positif bagi kemajuan industri mode di Tanah Air secara jangka panjang.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, PINTU Incubator telah menarik minat lebih dari 10.000 brand dan desainer lokal. PINTU percaya bahwa seorang kreator mode tidak hanya membutuhkan kreativitas, melainkan juga ruang untuk belajar, memahami proses bisnis, serta memperluas sudut pandang global.
Co-Initiator PINTU Incubator sekaligus Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta, mengungkapkan bahwa fokus PINTU adalah mendampingi perjalanan proses setiap desainer secara personal.
“Kami percaya bahwa talenta tidak selalu tumbuh karena diberi lebih banyak jawaban. Sering kali, mereka justru berkembang ketika dipertemukan dengan pengalaman, sudut pandang, dan pertanyaan yang tepat,” ungkap Thresia. Menurutnya, tujuan akhir PINTU bukan sekadar melahirkan koleksi baju yang bagus, melainkan membentuk pelaku mode yang mampu bertumbuh dan menentukan arah brand-nya sendiri secara mandiri.
Dukungan senada juga disampaikan oleh Soegianto Nagaria, Chairman JF3 sekaligus Co-Initiator PINTU Incubator. Beliau menekankan pentingnya kehadiran ekosistem yang bekerja secara konsisten untuk mendampingi para kreator muda.
“Sejak awal, JF3 tidak hanya ingin menyediakan panggung, tetapi juga menjadi bagian dari proses pertumbuhan para pelaku industri. Melalui PINTU, kami membangun ruang yang mempertemukan talenta dengan pengetahuan, mentor, jejaring, pengalaman profesional, dan peluang kolaborasi,” jelas Soegianto.
Sebagai fondasi mendalam, sepanjang tahun 2026 PINTU Incubator menghadirkan 39 sesi pengembangan kapasitas yang melibatkan 18 mentor ahli dari Indonesia dan Prancis. Materi yang dibahas pun sangat komprehensif, mulai dari strategi bisnis, merchandising, keuangan, hingga isu hukum Kekayaan Intelektual (HKI) serta ekspor-impor.
Tak hanya di dalam negeri, dampak kolaborasi PINTU juga merambah ke kancah global. Di antaranya lewat partisipasi brand Lil Public pada peragaan busana École Duperré di Paris, kolaborasi brand DENIMITUP dengan label Prancis TAREET, hingga program PINTU Residency yang menerjunkan desainer Indonesia dan Prancis untuk meriset kriya tenun Lombok serta batik Mojokerto bersama artisan lokal.
Melalui pendirian yayasan dan kolaborasi yang kian solid, PINTU Incubator terus membuka peluang baru bagi generasi baru pelaku mode Indonesia untuk bersinar di panggung dunia.





