Dalam rangka memperingati Melasma Awareness Month, sebuah langkah edukasi penting baru saja digelar pada hari Rabu (15/7) di Amonia, Jakarta. Acara yang diinisiasi oleh PT Unison Medika Jaya ini merangkul para dokter spesialis kulit, dokter estetika, hingga penyintas melasma untuk menyebarkan pemahaman yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak lagi menyamakan semua jenis flek hitam di wajah dan mulai mengenali metode terapi yang lebih komprehensif.
Masalah melasma sendiri bukan sekadar gangguan kosmetik biasa, melainkan kondisi hiperpigmentasi kompleks yang ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan di area yang sering terpapar matahari. Gangguan kulit yang sukar diatasi ini tercatat menyerang lebih dari sembilan puluh persen perempuan, terutama mereka yang berada di usia reproduktif. Masyarakat Indonesia pun memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi karena faktor genetik kulit dan paparan sinar ultraviolet sepanjang tahun.
Dampak emosional dari melasma juga dirasakan nyata oleh para penderitanya, salah satunya adalah Margaret Vivi. Sebagai seorang penyintas, ia menceritakan pengalamannya saat awalnya mengira bercak gelap di wajahnya hanyalah flek biasa yang mudah hilang. Seiring berjalannya waktu, noda tersebut justru semakin sulit memudar hingga sempat menurunkan rasa percaya dirinya sebelum akhirnya ia mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Menurut dr. Stanley Setiawan selaku dokter spesialis kulit, kunci utama penanganan masalah ini terletak pada ketepatan diagnosis awal oleh tenaga medis sebelum terapi dimulai. Pengobatan mandiri tanpa pengawasan dokter sangat berisiko merusak lapisan pertahanan kulit dan justru memperburuk kondisi hiperpigmentasi tersebut. Dalam praktiknya, ia menerapkan tindakan redermalisasi menggunakan skin booster yang mengandung Hyaluronic Acid dan Succinic Acid.

Pendekatan mutakhir untuk memperbaiki kualitas kulit dan menyamarkan noda gelap kini dapat dilakukan secara efektif melalui produk Xela Rederm. Kombinasi kandungan di dalamnya tidak hanya memudarkan hiperpigmentasi, tetapi juga memberikan hidrasi yang optimal pada jaringan kulit. Selain itu, dr. Ratna Yuliarviana selaku dokter estetika menambahkan bahwa keberhasilan mengatasi melasma sangat membutuhkan kesabaran yang tinggi.
Untuk melengkapi hasil yang maksimal, tindakan klinis tersebut dapat dikombinasikan secara sinergis bersama AQ Serum yang kaya akan Growth Factors. Formula ini bekerja mendukung regenerasi seluler kulit sekaligus menekan proses peradangan yang menjadi salah satu pemicu flek. Melalui rangkaian edukasi ini, masyarakat diharapkan sadar bahwa melasma bisa dikendalikan melalui komitmen perawatan yang konsisten serta perlindungan tabir surya setiap hari.





