Industri fashion tanah air makin hari makin seru! Bukan cuma soal baju bagus, desainer muda zaman sekarang makin kritis soal identitas budaya, kesetaraan gender, hingga isu keberlanjutan (sustainability).

Nah, buat kamu pencinta fashion lokal, ada satu panggung yang wajib masuk radar-mu minggu ini. Lima brand binaan PINTU Incubator 2026 siap melangkah ke runway JF3 Fashion Festival 2026 pada Kamis, 23 Juli 2026 pukul 16.30 WIB di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading.

Gak cuma sekadar peragaan busana biasa, presentasi ini juga bakal makin spesial karena memadukan talenta muda Indonesia bersama tiga lulusan sekolah mode ternama Prancis, École Duperré Paris, serta empat finalis Future Fashion Designer (FFD).

Sebelum nonton show-nya, yuk kenalan dulu sama 5 brand lokal berbakat yang lulus dari program inkubasi intensif selama 4 bulan ini!

1. ALDRIE: Mengawinkan Wastra dan Sentuhan Avant-Garde

Didirikan oleh Aldri Indrayana, ALDRIE berhasil mengolah kain tradisional seperti batik dan tenun menjadi busana bergaya minimalis namun tetap berkarakter avant-garde. Poin plusnya? ALDRIE sangat peduli lingkungan! Mereka aktif menerapkan teknik upcycling dan memanfaatkan limbah plastik ke dalam koleksinya.

2. ANDREAN NR: Ready-to-Wear Tanpa Batas Gender

Datang dari Yogyakarta, ANDREAN NR membawa napas baru untuk tren genderless fashion. Koleksi busana siap pakainya memadukan nilai kriya tradisional dengan estetika kontemporer. Mengusung konsep daur ulang, brand ini membuktikan kalau gaya inklusif juga bisa tetap ramah bumi.

3. DACIA: Modern, Uniseks, dan Bertanggung Jawab

DACIA hadir untuk kamu yang suka tampil effortless tapi tetap berkelas. Berfokus pada craftsmanship yang rapi dan siluet modern yang uniseks, busana DACIA dirancang fleksibel untuk berbagai kesempatan. Di balik tampilannya yang chic, DACIA memegang teguh praktik produksi yang etis dan bertanggung jawab.

4. Toja House: Tas Handmade Berdayakan Perajin Perempuan

Bosan dengan aksesori biasa? Label asal Yogyakarta ini wajib kamu lirik. Toja House mengusung semangat slow fashion dengan menyulap motif tekstil Nusantara seperti Kawung, Mamuli, hingga Noken menjadi tas handmade cantik. Uniknya lagi, seluruh produknya dibuat langsung berkolaborasi dengan para perempuan perajin lokal.

5. Saul Studio: Power Look Berstruktur Arsitektural

Bagi perempuan karir yang ingin tampil standout, Saul Studio adalah jawabannya. Didirikan oleh Debora Mettu, brand ini dikenal lewat potongan pola yang presisi dan siluet arsitektural yang tegas. Karena diproduksi secara eksklusif dalam jumlah terbatas (limited edition), koleksinya pas banget buat kamu yang ingin tampil beda dan autentik.

Keberhasilan kelima brand ini melenggang ke panggung JF3 bukan tanpa alasan. Sebelumnya, mereka telah melewati proses seleksi ketat dan digembleng dalam 39 sesi pelatihan bersama mentor profesional dari Indonesia dan Prancis.

Mulai dari urusan desain, strategi bisnis, merchandising, styling, hingga masalah hukum HKI dan ekspor-impor, semuanya dibekali agar mereka tak hanya jago bikin baju, tapi juga siap bersaing di pasar global.

Share: