Minyak goreng adalah bahan pokok di hampir setiap dapur Indonesia. Namun, di tengah beragamnya pilihan di supermarket, banyak dari kita yang masih bingung: mana yang benar-benar sehat? Memilih minyak goreng bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang bagaimana minyak tersebut bereaksi terhadap panas dan dampaknya bagi kesehatan jantung.

Berikut adalah kriteria dan panduan memilih minyak goreng yang sehat untuk konsumsi harian Anda:

1. Perhatikan Titik Asap (Smoke Point)

Titik asap adalah suhu di mana minyak mulai terbakar dan menghasilkan asap. Ketika minyak melewati titik ini, nutrisinya rusak dan membentuk senyawa radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.

Suhu Tinggi (Menggoreng/Deep Fry): Gunakan minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kelapa, minyak sawit berkualitas, atau minyak alpukat.

Suhu Rendah (Menumis/Salad): Anda bisa menggunakan zaitun (extra virgin olive oil) karena aroma dan nutrisinya yang tinggi, namun hindari memakainya untuk menggoreng lama.

2. Kandungan Lemak Tak Jenuh vs Lemak Jenuh

Minyak yang sehat umumnya kaya akan lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan lemak tak jenuh ganda (PUFA) yang baik untuk menjaga kadar kolesterol. Minyak zaitun dan minyak kanola adalah primadona di kategori ini. Meski begitu, minyak kelapa yang tinggi lemak jenuh tetap bisa menjadi pilihan sehat asalkan tidak digunakan secara berlebihan, karena sifatnya yang sangat stabil terhadap panas.

3. Hindari Lemak Trans

Inilah musuh utama kesehatan. Lemak trans biasanya terbentuk pada minyak yang telah diproses secara kimia (hidrogenasi) atau minyak yang digunakan berulang kali (jelantah). Pastikan label kemasan mencantumkan “0% Trans Fat” dan hindari menggunakan minyak yang sudah berubah warna menjadi gelap.

4. Proses Ekstraksi: Cold Pressed Lebih Baik

Jika memungkinkan, pilihlah minyak yang diproses secara cold-pressed. Metode ini mengekstrak minyak tanpa panas tinggi atau bahan kimia hexan, sehingga kandungan antioksidan dan vitamin E di dalamnya tetap terjaga utuh.

Tips Sehat Menggunakan Minyak:

Batasi Penggunaan Ulang: Jangan gunakan minyak goreng lebih dari 2–3 kali.

Simpan dengan Benar: Letakkan di tempat sejuk dan gelap. Cahaya dan panas dapat mempercepat oksidasi (ketengikan).

Tiriskan Makanan: Gunakan kertas penyerap minyak setelah menggoreng untuk mengurangi asupan lemak berlebih.

Tidak ada satu minyak yang sempurna untuk semua jenis masakan. Kuncinya adalah menyesuaikan jenis minyak dengan teknik memasak Anda. Untuk menumis, pilihlah olive oil; untuk menggoreng, pilihlah minyak kelapa atau sawit yang baru. Dengan memilih minyak yang tepat, Anda selangkah lebih dekat menuju hidup yang lebih sehat.

Share: