Di tengah gemerlap pagelaran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 yang memamerkan kreativitas fesyen modest Indonesia, sebuah percakapan hangat tersaji, membuka mata para pelaku usaha lokal. Bukan hanya soal benang dan kain, tapi tentang bagaimana teknologi dan kolaborasi menjadi jembatan emas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju kancah global.
Panggung utama di Kartika Expo Center, Balai Kartini, pada Minggu (9/11) menjadi saksi. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, akrab disapa Mendag Busan, menyampaikan sebuah pesan penting dalam gelar wicara bertajuk “Bincang Inspiratif dan Padu Padan Fashion Muslim Bersama Shopee.”
Jualan Offline, Raup Untung Online
Mendag Busan menekankan bahwa di era serba digital ini, memperluas pasar tak bisa lagi hanya mengandalkan toko fisik. Kuncinya adalah kolaborasi, dan sinergi dengan platform e-commerce seperti Shopee adalah langkah strategis.
“Kami terus mendukung pelaku usaha lokal mengembangkan usahanya. Untuk memperluas jangkauan pasar dan mendorong ekspor, perlu dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya bekerja sama dengan Shopee,” kata Mendag Busan.
Pernyataan ini semakin relevan mengingat kabar membanggakan: tahun ini, sektor modest fashion Indonesia sukses menempati peringkat pertama di dunia. Pengakuan akan kreativitas dan kualitas produk lokal sudah di tangan. Tantangannya kini adalah mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk ikut menembus pasar internasional.
Mendag Busan menyebut cara berbisnis yang paling efektif saat ini adalah Omnichannel. Pameran fisik di JMFW 2026 memungkinkan buyer dari dalam dan luar negeri merasakan langsung kualitas produk, namun toko daring (online) adalah mesin yang tak pernah tidur untuk menjangkau pasar yang jauh lebih luas.
“Sekarang semua bisa berjalan bersamaan, atau disebut omnichannel. Toko fisik memberikan pengalaman berbelanja secara langsung, kemudian toko online membantu menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Shopee: Bukan Hanya Jualan, Tapi Edukasi
Dukungan terhadap UMKM tak hanya datang dari pemerintah. Balques Manisang, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, menyampaikan bahwa platform mereka terus berinovasi. Selain fitur-fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video, Shopee juga fokus pada peningkatan kapasitas pengetahuan usaha.
Balques memperkenalkan Kampus UMKM Shopee, sebuah inisiatif yang memungkinkan pelaku usaha, mulai dari pemula hingga eksportir berpengalaman, untuk belajar strategi bisnis daring secara gratis.
“Sebelum memulai usaha, termasuk di toko online, kita perlu mempelajari strategi yang ada. Shopee memiliki kelas online untuk para pelaku usaha belajar. Baik pelaku usaha baru, advance, ingin ekspor, hingga yang sudah ekspor,” ujarnya.
Wawasan Baru di Dunia Digital
Anggi, salah satu peserta yang hadir, merasakan betul manfaat dari sesi ini. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai perdagangan daring dan bagaimana kemudahan teknologi membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk semua, termasuk pelaku UMKM yang baru merintis.
Sesi ditutup dengan sentuhan yang menarik, di mana Mendag Busan sendiri menjadi juri dalam sebuah fashion battle. Tiga peserta memamerkan busana lokal dari jenama kenamaan seperti Heaven Lights, BWBYAZ, dan ZM by Zaskia Mecca. Sebuah penutup yang manis, menegaskan bahwa fesyen lokal, ditopang kolaborasi dan digitalisasi, siap melangkah jauh.






