Louis Vuitton membuka Paris Fashion Week Fall/Winter 2026–2027 dengan peragaan spektakuler pada 1 Maret 2026 pukul 21.00 WIB (14.00 CET), bertempat di Grand Palais yang telah direnovasi di Paris. Venue ikonik berkubah kaca ini disulap menjadi stasiun kereta futuristik, lengkap dengan rel besi mengilap dan proyeksi peta dunia tiga dimensi.
Nuansa petualangan global langsung terasa saat sekitar 2.500 tamu undangan, termasuk influencer Indonesia dan selebritas Asia, memasuki area utama. Kabut buatan, suara lokomotif vintage, serta aroma kulit premium menciptakan pengalaman imersif, seolah menaiki kereta ekspres Louis Vuitton menuju masa depan. Langit-langit kubah memproyeksikan monogram LV yang berputar, menjadikan malam tersebut sebagai pengalaman multisensori yang tak terlupakan.
Koleksi Fall/Winter 2026–2027 yang dirancang oleh Nicolas Ghesquière menghadirkan 52 tampilan dengan tema “Nomad Luxe”, terinspirasi dari 200 tahun sejarah Louis Vuitton sebagai pembuat trunk. Siluet berlapis menjadi sorotan utama, seperti coat trench panjang berbahan monogram canvas berlapis anti-air yang dipadukan dengan boots hiking chunky berlogo LV.
Palet warna earthy seperti cokelat khas trunk klasik, hijau hutan, dan biru midnight diperkaya dengan sentuhan metallic gold. Jaket parka oversized dengan hood berbulu sintetis dan kantong multifungsi menciptakan tampilan urban explorer, sementara gaun malam asimetris berbahan silk devoré menampilkan motif globe vintage yang elegan.

Detail menjadi kekuatan utama koleksi ini. Scarf bermotif peta dunia dilengkapi fitur QR code untuk akses augmented reality travel guide. Tas Keepall hadir dalam versi baru dengan roda magnetik, sementara belt bag modular dapat diubah menjadi backpack. Untuk lini pria, setelan tailored bermotif damier monogram, sweater rajut tebal dengan logo emboss, hingga sneakers monogram glow tampil dominan.
Salah satu highlight adalah “Explorer Cape”, cape berhood dari kulit daur ulang dengan kompas terintegrasi. Koleksi ini juga menampilkan tampilan full-monogram untuk red carpet, dilengkapi aksesori seperti kacamata pilot edisi terbatas dan jam Speedy chronograph. Menariknya, sekitar 95% material yang digunakan berasal dari bahan daur ulang, menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan.
Nicolas Ghesquière menyampaikan bahwa koleksi ini merupakan penghormatan bagi para pelancong Louis Vuitton. Ia menekankan semangat nomaden modern yang kini juga semakin sadar lingkungan. Ia juga mengisyaratkan ekspansi ke Indonesia melalui kolaborasi dengan seniman lokal, termasuk sentuhan kebaya dalam interpretasi modern.
Sejumlah buyer ternama seperti Harrods dan Lane Crawford dilaporkan langsung mengamankan pesanan dalam jumlah besar.
Koleksi ini dijadwalkan meluncur pada September 2026 dan diprediksi menjadi statement utama dalam winter wardrobe. Louis Vuitton kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam menghadirkan fashion travel berkelas tinggi.





