Dior Fall 2026 Pre-Collection bertajuk “The Art of Recoding Everyday” membuka lembaran baru dalam narasi mode Christian Dior, di mana Jonathan Anderson, sutradara kreatif yang telah memimpin womenswear sejak debutnya tahun lalu, mengajak kita menyelami seni mengubah rutinitas harian menjadi kanvas pribadi yang penuh makna.

Bayangkan pagi biasa di Paris atau Jakarta, di mana mantel lebar klasik Dior tiba-tiba bertransformasi menjadi blazer cropped yang ringan, memeluk bahu dengan pita ribbon longgar yang menari lembut saat bergerak, seolah berbisik tentang warisan Bar jacket Christian Dior yang legendaris namun kini bernapas segar di era modern.

Anderson tidak mencari gemerlap berlebih; ia justru merangkai cerita tenang dari celana denim sutra lebar yang mengalir bebas, gaun sculptural berpola flora sutra yang diikat pin panjang untuk sentuhan dramatis, serta jaket suede sederhana yang terasa seperti pelukan hangat dari masa lalu yang direkayasa ulang.

Koleksi ini lahir dari visi Anderson untuk “merekode” keseharian, di mana palet warna redup seperti abu lembut dan cokelat earthy bertemu dengan detail tumpul yang subtil, menciptakan siluet yang fleksibel, bisa kontemplatif untuk kopi pagi atau teatrikal untuk malam kota

Aksesori menjadi pemeran pendukung utama: tas Lady Dior ikonik bergoyang ringan di sisi, Crunchy bag dengan tekstur renyah, dan Dior Cigale yang praktis, dipadukan alas kaki dari loafer maskulin hingga pump terbuka yang menggoda, semuanya seolah bercerita tentang kebebasan wanita modern untuk beralih identitas tanpa usaha berlebih. Gaun-gaun sutra berpola flora menambahkan lapisan fluiditas, sementara mantel minimalis dan syal bulu palsuchunky menyeimbangkan struktur dengan kelembutan, menciptakan harmoni antara tradisi Dior dan inovasi kontemporer.

​Dirilis pada Desember 2025, pre-collection ini melanjutkan percakapan Anderson tentang keagungan Prancis modern melalui subversi halus, seperti celana oversized yang nyaman dan jaket cropped yang serbaguna. Bagi penggemar fashion Indonesia, koleksi ini relevan karena menawarkan gaya polished yang mudah diadaptasi ke iklim tropis, bayangkan blazer ringan dipadukan kain lokal untuk sentuhan fusion.

Dior kali ini bukan tentang revolusi keras, melainkan rekayasa halus yang membuat rutinitas terasa mewah. Setiap potong pakaian mengundang pemakainya untuk menulis ulang hari mereka, dari pagi biasa hingga momen berkesan, membuktikan bahwa seni sejati terletak pada transformasi sehari-hari yang cerdas dan tenang.

Share: