Sorotan lampu membelah malam di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Pada 17 Januari 2026, langkah para model menyusuri runway panjang Modinity Fashion Parade 2026 membawa lebih dari sekadar koleksi busana, ia membawa cerita tentang identitas, perjalanan, dan cara modest fashion terus berevolusi. Di panggung bersejarah ini, Buttonscarves tampil dengan koleksi yang mencerminkan kematangan desain dan kepercayaan diri sebagai salah satu jenama modest fashion terdepan di Asia Tenggara.
Buttonscarves dikenal sebagai jenama yang tumbuh bersama komunitasnya. Berawal dari sebuah ruang tamu kecil yang berfungsi sebagai studio kreatif sekaligus area produksi, perjalanan Buttonscarves dibangun perlahan, satu koleksi demi satu cerita. Kini, dengan lebih dari 50 toko di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Buttonscarves telah menjadi referensi penting dalam industri modest fashion, tanpa kehilangan kedekatan dengan akar budayanya.
Di Modinity Fashion Parade 2026, Buttonscarves menghadirkan koleksi yang mengeksplorasi struktur, tekstur, dan pergerakan dalam bahasa desain yang modern dan terukur. Siluet-siluet panjang yang mengalir berpadu dengan potongan terstruktur, menciptakan kesan elegan yang tetap kuat saat melangkah di runway terbuka Borobudur. Setiap busana bergerak mengikuti ritme tubuh, menghadirkan dialog antara kain, cahaya, dan ruang.
Detail menjadi pusat perhatian. Teknik printing, embroidery, hingga sequin diaplikasikan secara presisi pada material pilihan, menghasilkan tampilan yang kaya namun tidak berlebihan. Monogram Buttonscarves hadir secara halus, bukan sebagai pernyataan yang lantang, melainkan sebagai identitas yang menyatu dengan keseluruhan komposisi desain.

Permainan tekstur terlihat kontras namun seimbang, seperti kilau material yang menangkap cahaya malam, berpadu dengan panel yang lebih matte dan lembut. Peralihan siluet dari yang tegas ke drapery yang jatuh ringan menciptakan fleksibilitas gaya, memperlihatkan bagaimana Buttonscarves memaknai busana sebagai sesuatu yang bisa dikenakan di berbagai momen tanpa kehilangan karakter.
Koleksi ini merefleksikan filosofi Buttonscarves tentang busana modern: elegan namun ekspresif, rapi namun berani. Setiap look dirancang untuk perempuan yang melihat gaya sebagai bagian dari identitas personal, bukan sekadar penyesuaian terhadap tren atau acara tertentu.
Di hadapan Candi Borobudur yang abadi, koleksi Buttonscarves tampil sebagai representasi perjalanan sebuah jenama Asia Tenggara yang terus bergerak maju. Berakar pada budaya, terbuka pada perspektif global, dan tetap setia pada cerita yang ingin disampaikan, melalui kain, detail, dan langkah yang mantap di atas runway.





